Home Profil

Profil

Kelas Belajar Oky (KBO) merupakan salah satu bentuk pendidikan alternatif yang didirikan oleh Oky Setiarso pada tahun 2008. Oky Setiarso merupakan lulusan Akademi Gizi Depkes Jakarta (1998) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (2002).

Selama 10 tahun bekerja profesional pada berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional, Oky tak hanya berkeliling sampai ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, tetapi ia pun mendapat banyak pengetahuan. Namun, ia merasa ada yang kurang dalam berbagai program yang selama ini dilakukan.

Oky memegang sebuah prinsip yaitu daripada kita cuma sibuk mengkritik, lebih baik melakukan sesuatu. Oleh karena itu, Oky memanfaatkan hari liburnya, Sabtu-Minggu, untuk mengajar anak-anak yang kurang beruntung. Ia memulai dengan mendekati anak-anak di daerah yang menjadi kawasan proyek bantuan LSM dimana Oky pernah bekerja.

Ketika Gunung Merapi meletus tahun 2010, ia memulai kelas belajar di Desa Banyubiru dan Desa Krinjing, Dukuh, Magelang. Di Jakarta, Oky memulai di kolong Tol Pejagalan, Pluit, dengan 10 siswa.
Pelajaran pertama yang dia berikan kepada anak-anak itu sederhana, yakni bagaimana hidup bersih. Kebiasaan itu dia coba terapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari, misalnya mencuci tangan, gosok gigi, dan mandi. Di sela-sela pelajaran ada acara menyanyi dan bermain.

Kriteria Anak Dampingan 
Anak Usia Sekolah 4-14 tahun

Waktu belajar
KBO dilaksanakan 1 kali seminggu dengan durasi 1-2 jam setiap tatap muka.

Relawan
Semua komponen yang terlibat di dalam aktifitas KBO bekerja atas dasar sukarela, sehingga tidak ada satupun relawan yang mendapatkan keuntungan financial di KBO. Bahkan kadang relawan harus menyisihkan dana pribadi untuk membantu operasional kegiatan di KBO.

KBO tidak membatasi ruang gerak relawan, mereka bisa hadir di KBO sesuai dengan waktu luang mereka. Relawan yang terlibat di KBO memiliki latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari guru, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga seniman. Mereka mengajarkan ke adik-adik KBO sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki.

Materi belajar
Materi yang diajarkan di KBO bersiffat fleksibel, KBO tidak memiliki kurikulum atau materi belajar yang baku, materi yang akan diajarkan setiap minggu pada bulan depan dihasilkan melalui diskusi akhir bulan oleh setiap relawan. Akan tetapi materi belajar setiap bulan harus memiliki muatan tentang pola hidup bersih. Bermain, bernyanyi dan mewarnai dipilih sebagai cara penyajian materi di KBO.
Anggaran dan Donatur

Anggaran operasional KBO berasal dari sumbangan warga dan relawan, akan tetapi KBO senantiasa menyampaikan kepada para donator agar menyumbang dalam bentuk barang seperti alat mewarnai, alat tulis, permainan edukasi, buku bacaan, dll, bukan dalam bentuk uang. Sumbangan dalam bentuk uang dibatasi karena pertanggungjawaban bantuan dalam bentuk dana selalu menyisakan masalah tersendiri, khususnya dalam hal pelaporan.
Tidak jarang pihak KBO mengundang langsung para donator ke lokasi KBO dimana sumbangan tersebut disalurkan, tujuannya agar mereka dapat melihat langsung seperti apa bantuan mereka digunakan.